• Jelajahi

    Copyright © Satukatapos
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Beredar Video Tisu Basah Dijadikan Pengganti Masker, Dokter Tak Rekomendasikan, Simak Penjelasannya!

    Thursday, March 5, 2020, March 05, 2020 WIB Last Updated 2020-03-05T14:05:42Z
    Setelah 2 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Depok, Jawa Barat, positif virus Corona, kewaspadaan masyarakat semakin meningkat.

    Satu di antaranya terkait kebutuhan masker.

    Terutama saat berada di luar ruangan.

    Permintaan yang melonjak sontak membuat harga masker melambung tinggi.

    Bahkan beredar video di media sosial dan WhatsApp, tisu basah difungsikan sebagai masker.

    Beredar video tisu basah dijadikan masker (Instagram)

    Dalam video tersebut, lembaran tisu basah dilipat kemudian di bagian ujung digunting untuk membuat lobang.

    Lobang tersebut difungsikan untuk mencantolkan tisu basah di kedua telinga.

    Dokter Spesialis Paru dari Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, Chrisrianto Edy Nugroho memberikan pandangannya.

    Menurut dokter Chrisrianto, tisu basah tidak direkomendasikan menjadi pengganti masker.

    "Untuk tisu basah (dijadikan masker) belum ada penelitiannya, jadi tidak direkomendasikan," ujar dokter Chrisrianto saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (2/3/2020).

    Chrisrianto menyebut, yang direkomendasikan adalah masker yang sesuai dengan standar kesehatan.

    "Yang direkomendasikan hanya masker bedah dan masker N95," ujarnya.

    Chrisrianto juga mengungkapkan penggunaan masker harus diperhatikan dengan benar.

    Hal ini untuk memaksimalkan fungsi masker sebagai penyaring udara.

    "Masker bedah pemakaiannya yang benar."

    "Yang berwarna hijau atau biru posisinya di luar, yang putih di dalam," ujarnya.

    Lipatan masker juga harus diperhatikan.

    "Lipatan luar mengarah ke bawah," ungkapnya.

    Harga Melonjak

    Sementara itu, harga masker di pasaran mengalami kenaikan seiring mewabahnya virus Corona.

    Kenaikan ini diduga karena banyaknya permintaan masker tidak sebanding dengan jumlah pasokan.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Wisata

    +